1. NO RISK NO GAIN. Keberanian menerima dan menghadapi rintangan/tantangan yang muncul adalah gerbang paling awal untuk melangkah menuju ke pintu–pintu kesuksesan. Kesuksesan sama ibaratnya dengan orang sakit yang melakukan perjuangan/pengorbanan dalam bentuk materi/uang untuk membayar honor dokter, menahan rasa sakit akibat dari suntikan, menahan selera makan dan lain lain sebagainya.
Singkatnya, tanpa adanya pengorbanan/risiko yang harus dijalani maka tidak akan mendapatkan apapun juga. Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful. ALBERT SCHWEITZER
2. SELF CONFIDENCE. Orang sukses selalu memiliki keyakinan diri yang kuat dan teguh, yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun celaan ibarat batu karang yang tidak tergoncangkan oleh gempuran ombak. Bagi orang sukses, jika si A, B, atau si C bisa melakukannya atau sukses maka diapun pasti bisa. Pada hakekatnya, peluang/kesempatan untuk meraih kesuksesan itu adalah sama pada setiap orang. Alih–alih menyalahkan orang lain atau lari dari kenyataan, orang akan selalu mengadakan pengevaluasian diri, baik di kala sukses maupun gagal.
Setelah diketahui pokok permasalahannya, orang sukses akan sesegera mungkin mencari solusinya agar dikemudian hari, esok atau lusa tidak sampai terjadi lagi. When you allow yourself to begin to dream big dreams, creatively abandon the activities that are taking up too much of your time and focus your inward energies on alleviating your main constraints, you start to feel an incredible sense of power and confidence. BRIAN TRACY.
3. ENJOY THE RESULT. Selain selalu berbuat yang terbaik, orang sukses akan selalu menikmati apapun hasil yang dicapai. Orang sukses sangat menyadari dan meyakini bahwa apapun yang diperoleh adalah MURNI hasil/akibat dari apa yang telah dikontribusikan.
Jika kesuksesan yang dicapai belum optimal, itu pertanda bahwa daya upayanya belum optimal. Selain tidak akan lari dari kenyataan, orang sukses akan selalu meningkatkan potensi diri melalui proses pembelajaran. Prinsip dasar bagi orang sukses adalah tidak akan ada yang tidak mungkin diraih sejauh unsur kelogikaan masih berperanan. You may never know what results come of your action, but if you do nothing there will be no result. MAHATMA GANDHI
4. LEARNER. Orang sukses sangat menyadari akan kedinamisan ilmu pengetahuan yang sudah seharusnya diikuti perkembangannya agar tidak sampai terlindas/tertinggal. Oleh karena itu, bagi orang sukses yang nama proses pembelajaran adalah proses yang tanpa adanya batasan usia, status sosial maupun tingkat edukasi. Di hari ini yang dikatakan benar/salah, bisa saja keesokan harinya atau lusa menjadi salah/benar, yang disesuaikan/tergantung dengan situasi/kondisi yang berlaku. Learning is a treasure that will follow its owner everywhere. CHINESE PROVERB
5. POSITIVE THINKING. Orang sukses selalu berpikiran positif dan baginya, baik tidaknya diri seseorang sangatlah ditentukan oleh apa yang dikontribusikan dan bukan semata–mata dinilai dari penampilan luar, misalnya etnis, agama, gender, aliran dan lain sebagainya. The foundation stones for a balanced success are honesty, character, integrity, faith, love and loyalty. ZIG ZIGLAR
6. SELF MOTIVATION. Orang sukses akan selalu memotivasi dirinya sendiri. Tanpa diminta atau dianjurkan, orang sukses akan selalu berbuat yang terbaik dalam hidupnya. Baginya, do the best adalah harga mati yang tidak bisa ditawar–tawar. Orang sukses selalu berprinsip bahwa dirinya haruslah lebih baik dari pada orang lain kalau belum berhasil dicapai, peluang ke arah itu pasti ada. Kalau tidak dihari ini, pasti keesokan harinya atau lusa. If you can dream it, then you can achieve it. You will get all you want in life if you help enough other people get what they want. ZIG ZIGLAR
7. NO DELAY. Orang sukses tidak akan pernah menunda–nunda APA yang yang bisa dikerjakan hari ini. Di samping itu, apapun yang telah diawali haruslah tuntas dikerjakan. If you don't see yourself as a winner, then you cannot perform as a winner. ZIG ZIGLAR.
Pernah bertemu dengan orang yang menguras energi Anda? Bagaimana perasaan Anda mendengarkan orang yang tidak menyukai pekerjaan mereka atau mereka tidak menyukai perusahaan mereka, kesal dengan bos selalu diperlakukan tidak adil? Istri yang tidak pengertian, suami yang kasar dan egois, apa lagi yang bisa Anda tambahkan dari keluhan orang-orang ini?
Banyak orang yang menghindari orang negatif seperti ini. Akan tetapi, ada juga yang senang bercengkrama dengan mereka karena hobi gosip. Pada saat ini, kadang-kadang orang yang positif bisa menjadi negatif. Mengapa? Karena mengizinkan diri mereka untuk mengakomodir negativitas di lingkungan mereka.
Bagaimana menghadapi orang-orang negatif ini?
Tips untuk Menghadapi Orang Negatif menurut Susan Heathfield:
Jangan langsung menuduh! Dengarkan keluhan ini dengan penuh empati, karena kadang karyawan hanya membutuhkan tempat untuk didengarkan. Nah, jika keluhan ini berulang, sebagai leader, Anda harus bisa melakukan klarifikasi :
1. Apakah keluhan ini beralasan, merupakan fakta dan akan memberi kemajuan bagi diri mereka, perusahaan dan team jika Anda mendengarkan keluhan ini?
2. Apakah ini hanya sentimen negatif dari orang tertentu?
3. Apakah keluhan ini bisa memberi Anda kesempatan untuk melakukan coaching atau counseling?
4. Apakah Anda bisa mengarahkan untuk menyelesaikan keluhan ini?
Kadang-kadang, para rekan kerja hanya ingin mengeluh kepada yang ramah, telinga mendengar, mereka tidak ingin nasihat atau bantuan untuk mengatasi situasi. Namun tetapkan batas sehingga rekan kerja tidak memperpanjang atau terlalu lama mengakomodir energi negatif ini. Mengeluh jangka panjang akan menguras energi positif. Jangan biarkan itu terjadi.
Bagaimana jika ternyata keluhan negatif ini tidak sah?
1. Jika Anda mendengarkan negatif rekan kerja, dan memutuskan kekhawatiran tidak sah, lakukan latihan keberanian pribadi dan beritahu mereka apa yang Anda pikirkan. Katakan pada rekan kerja Anda peduli tentang keprihatinan mereka dan tentang kebahagiaan mereka di tempat kerja, tetapi Anda tidak setuju dengan penilaian mereka terhadap situasi.
2. Cari cara yang elegan untuk keluar dari percakapan ini.
3. Jangan menghabiskan waktu Anda mendengarkan atau membantu rekan kerja untuk mengatasi perasaan-perasaan negatif. Anda hanya akan meng-amini hobi mereka untuk mengeluh dan memiliki perasaan negatif.
4. Lihat ke dalam diri Anda, apakah Anda telah menjadi magnet negatif yang menarik orang-orang negatif?
Tips untuk Menghadapi Rekan kerja Negatif
- Berurusan dengan orang-orang yang benar-benar negatif dengan menghabiskan sedikit waktu dengan mereka mungkin. Sama seperti Anda menetapkan batas dengan rekan kerja yang negatif Anda percaya adalah tak berdasar atau tidak beralasan, Anda perlu menentukan batas-batas dengan orang-orang yang benar-benar negatif.
Para victim ini memiliki cerita dan alasan tentang keluhan mereka. Yang pasti mereka lebih membutuhkan pekerjaan baru, sebuah perusahaan baru, karir baru, pandangan baru, atau konseling. Mereka tidak membutuhkan Anda.
- Hindari menghabiskan waktu dengan rekan kerja yang negatif.
Jika Anda terpaksa, mungkin karena jabatan dan peran Anda di perusahaan, mengharuskan Anda berurusan dengan mereka, Anda harus menentukan batas dan aturan main yang jelas. Jangan biarkan diri Anda ditarik ke dalam diskusi negatif. Beritahu teman kerja negatif, Anda lebih suka untuk berpikir tentang pekerjaan Anda secara positif. Hindari memberikan simpatik penonton untuk negatif.
- Sarankan orang negatif mencari bantuan dari sumber daya manusia atau supervisor mereka.
Jika semuanya gagal, minta saran dari coach Anda sendiri tentang tantangan yang Anda alami dalam berurusan dengan orang yang negatif. Coach Anda mungkin memiliki ide-ide, mungkin bersedia menangani negativitas, dan dapat mengatasi masalah dengan orang negatif supervisor.
Jika Anda adalah pengusaha...
Jika negatif di antara karyawan dalam perusahaan Anda adalah terus-menerus, jika isu-isu yang negatif yang tersisa tidak terkendali, dan negatif mempengaruhi kemampuan Anda untuk profesional melakukan pekerjaan Anda, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk melihat budaya perusahaan Anda.
Saat ini budaya tidak akan mendukung lingkungan kerja yang Anda inginkan. Dan, jika tidak ada orang yang bekerja untuk meningkatkan budaya kerja yang memungkinkan negatif, jangan berharap budaya untuk berubah dalam waktu dekat.
Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin anda mengalami seperti ini:
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?
Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda
Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan. Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.
Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa. Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!
Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa.
“Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!
Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi bukan Anda.
Biarkan orang lain berdebat tentang hal-hal kecil, tetapi bukan Anda.
Biarkan orang lain mengeluh atas apa yang mungkin terjadi, tetapi bukan Anda.
Biarkan orang lain menangisi kecil sakit, biarkan mereka putus asa, biarkan mereka menjadi dendam dan ingin membalas dendam, tetapi bukan Anda.
Biarkan orang lain meninggalkan masa depan mereka, dan menanggalkannya di tangan orang lain, biarkan mereka menjadi materialistis dan sombong, tetapi bukan Anda.
Biarkan orang lain tidak bersyukur dan berhenti berdoa, tapi tidak Anda! Biarkan orang lain menyerah, tetapi bukan Anda! Sekali lagi bukan Anda. Sebab disini Anda tahu, siapa yang percaya dan yakin akan sesuatu, maka dia akan mampu.
Sebab kata Allah dalam Alquran, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.”
Sahabat.. Yuk berfikir positif, serta ajak orang lain-orang lain diatas. Agar nantinya orang lain itu, bukan saudara kita, agar orang lain itu bukan tetangga kita, tapi orang lain itu adalah tetangga negara kita. itu tu.. tetangga yang ngaku-ngaku pemilik batik dan reog.
Kepada tetangga, maaf ya. Yang bilang itu milik kami, bukan kami, tapi dunia mengakuinya. So, malulah itu perlu.. hehehe
Jujur itu baik, tetapi ada saatnya jujur tidak selalu baik
Gagal itu terpuruk, tetapi ada saatnya gagal tidak selalu terpuruk
Mengalah itu lemah, tetapi ada saatnya mengalah tidak selalu lemah
Mimpi itu khayalan, tetapi ada saatnya mimpi tidak selalu khayalan
Dunia itu kejam, tetapi ada saatnya dunia tidak selalu kejam
Kaya itu keinginan, tetapi ada saatnya kaya tidak selalu keinginan


